Unik ! Indonesia punya kampung Korea

Demam Korea alias K-Pop memang sedang melanda Indonesia. Dari boyband Super Junior, Girl Band SNSD, dramanya, lagunya, fashionnya, sampai-sampai atlet bulutangkis dari Korea seperti Lee Yong Dae sangat banyak penggemarnya. Namun tahukah kamu bahwa ada satu tempat di Indonesia yang dinamakan “kampung Korea”?

Adalah Karya Baru dan sekitarnya yang ditempati orang-orang etnis Cia-Cia, Bau-Bau (Pulau Buton Sulawesi Tenggara) yang akhir-akhir ini terkenal sebagai kampung Korea. Lihatlah nama jalannya yang memakai huruf Hangeul (aksara Korea), ataupun nama sekolah yang juga dicantumkan bahasa Koreanya. Selain bahasa, ada juga peninggalan-peninggalan tradisional Cia-cia yang mirip dengan properti Korea seperti lampu berbentuk lampion, hingga pernak pernik penghias rumah. Lalu, bagaimana asal mulanya etnis Cia-cia mengadopsi kebudayaan Korea?

Nama jalan dengan aksara hangeul

Hasil gambar untuk kampung cia cia

Menurut lurah Karya Baru yang kami temui, memang ada kebudayaan-kebudayaan dan bahasa Cia-cia yang mirip, bahkan sama dengan apa yang dimiliki oleh Korea. Karena keunikan itu serta kekayaan bahasa di Bau-Bau yang mencapai lebih dari 90 bahasa, seorang Professor Korea tertarik kepada Bau-Bau, khususnya etnis Cia-cia. Para antropolog Korea juga mulai meneliti lebih dalam mengapa ada kemiripan antara bahasa Cia-cia dengan bahasa mereka.

Apakah ada garis keturunan mereka yang beranak-pinak di sini, atau alternatif kemungkinan yang lain. Dari sini, mulai timbul kerjasama antara Cia-cia dan Korea. Dari pertukaran pelajar, pertukaran guru, penelitian, hingga pertukaran kebudayaan. Hal ini membuat Indonesia, khususnya Cia-cia, makin bergaung namanya oleh masyarakat di luar negeri.

Tetapi hingga sekarang belum ada kesimpulan resmi dari para peneliti apa yang mendasari Cia-cia memiliki akar budaya yang mirip dengan Korea. Meski begitu, budaya Korea mulai disosialisasikan kepada masyarakat. Bukan untuk menghilangkan bahasa Cia-cia, namun malah untuk memperkenalkan lagi sejak dini agar bahasa daerah tidak hilang. Sekarang ini, bahasa Korea sudah diajarkan untuk anak-anak Sekolah Dasar sejak kelas 4 SD. Bahkan di SD Karya Baru, guru bahasa Korea mereka sempat orang Korea asli. Namun untuk tahun-tahun ini, guru tersebut diganti oleh guru dari Cia-cia yang sempat mendapat pelatihan di Korea langsung.

Kampung Korea Cia cia

Gurunya impor!

Sempat saya bercengkrama dengan murid-murid SD Karya Baru yang nampaknya sudah pada ngerti basic-basic bahasa Korea. Waktu saya tanya apa bahasa Koreanya “Halo“? Mereka dengan kompak berteriak  “Annyeonghaseo“! Dan ketika saya tanya “Kalo Saranghae artinya apa?” Mereka langsung pada nutup muka dan malu-malu. Ini karena artinya Saranghae adalah I Love You! Hahaha..

Oh ya, meskipun bahasa tulisannya seperti Hangeul, bahasa lisan mereka tetap bahasa Indonesia, lho. Senang sekali mendapatkan pengalaman baru ini di Bau-Bau, khususnya desa Karya Baru. Terima kasih untuk kelurahan dan guru-guru sekolah SD Karya Baru yang telah menerima kami dengan baik. Annyeonghaseo, Karya Baru! 😀

kampung korea cia cia

Annyeonghaseo!

Notes:

  • Kampung Cia-cia terletak sekitar 15 km dari kabupaten Bau-Bau, menuju ke arah atas.
  • Untuk menuju daerah Karya Baru, carterlah mobil seharga Rp 300.000 (sudah dengan sopir) yang dapat dipakai dari pagi hingga sore hari. Carter bisa dari hotel dimana kamu menginap.

sumber : http://titiw.com/2014/11/12/kampung-korea-cia-cia-sulawesi-tenggara/

(Visited 46 times, 1 visits today)

You might also likeclose