Tag Archives: angkasa

Teori Einstein Akan Diuji di Luar Angkasa

Published by:

Tiga roket diterbangkan ke luar angkasa, mereka akan saling menembakkan sinar laser.
Teori Einstein Akan Diuji di Luar Angkasa
Albert Einstein (guim.co.uk)

– Tiga pesawat luar angkasa akan terbang terpisah dengan jarak jutaan mil satu sama lain, dan saling menembakkan sinar laser di ruang hampa udara.

Misi tersebut akan dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk membuktikan kebenaran salah satu teori Albert Einstein.

Para ilmuwan berharap misi ambisius itu akan membantu mereka membuktikan eksistensi gelombang gravitasi, sebuah fenomena yang diprediksikan dalam teori terkenal Einstein mengenai relativitas umum.

Teori mengenai gelombang gravitasi tersebut juga merupakan teori terakhir dari Einstein yang masih harus diuji kebenarannya.

NASA dan ESA, seperti diberitakan surat kabar The Telegraph, Minggu, 9 Mei 2010, akan menggunakan tiga roketnya untuk yang terbang mengelilingi matahari, dan masing-masing membawa kubus terapung terbuat dari platinum emas.

Tembakan sinar laser antar pesawat nantinya akan digunakan untuk mengukur perubahan menit dalam ruang antara masing-masing kubus, yang ditimbulkan oleh gelombang lemah gravitasi yang terpancar dari peristiwa-peristiwa bencana di angkasa luar.

Teori Einstein mengenai relativitas umum memprediksi bahwa ketika objek besar seperti lubang hitam atau bintang yang bertubrukan, gelombang di angkasa luar dan waktu akan mengalir ke luar. Gelombang itu disebut gelombang gravitasi.

Sebuah panel para pakar internasional telah merancang rencana rinci dan bagaimana pemanfaatan misi tersebut untuk mengungkap pengertian mendalam mengenai alam raya.

Profesor Jim Hough, pakar gelombang gravitasi dari Glasgow University dan anggota panel mengatakan, “Gelombang gravitasi merupakan potongan terakhir dari teori relativitas Einstein yang masih harus dibuktikan kebenarannya.”

“Gelombang gravitasi diproduksi ketika objek besar seperti lubang hitam atau bintang bertubrukan berakselerasi di angkasa luar, kemungkinan karena mereka tertarik menuju objek lain dengan tarikan gravitasi yang lebih kuat seperti sebuah lubang hitam raksasa,” terang Hough.

“Sayangnya kita belum mampu mendeteksi gelombang gravitasi karena mereka sangat lemah. Namun, eksperimen baru yang sedang kami kerjakan ini berpeluang besar untuk bisa mendeteksi gelombang-gelombang itu,” katanya.

sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/150136-teori-einstein-akan-diuji-di-luar-angkasa

Proses Terbentuknya Bumi

Published by:

Proses Terbentuknya Bumi

A.PENGERTIAN BUMI

Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Kira-kira 250 juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang lalu Pangea terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang terdiri dari Amerika Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-bagian dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan dengan bagian lain.

Sejarah Terbentuknya Bumi

Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi.Bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.

B.PEMBENTUKAN BUMI

Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi

1.Teori Kabut(Nebula)

Teori Kabut Nebula

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.Teori  nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu

  • Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar.
  • Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
  • Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari.

2.Teori Planetisimal

Teori Planetesimal

Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.

Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

3.Tori Pasang Surut Gas(Tidal)

Teori Pasang Surut Gas

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

4.Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.

5.Teori Big Bang

Teori Big Bang

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

  • Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
  • Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
  • Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
  • Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.

Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang. (QS. Al-Mulk, 67:3).

 

Masih sangat banyak teori lainnya yang Dikemukakan oleh para ahli seperti:

Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon. Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet.

Teori Kuiper atau teori kondensasi dikemukakan oleh Gerald P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet.Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan menggumpal menjadi planet – planet.Dalam teorinya beliau juga mengatakan bahwa tata surya pada mulanya berupa bola kabut raksasa. Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut ini berputar pada porosnya sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar ke luar, sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya membentuk sebuah cakram mulai menyusut dan perputarannya semakin cepat, serta suhunya bertambah, akhirnya terbentuklah matahari.

Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. Gumpalan ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet – planet, termasuk bumi.

Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L.Whipple, mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.

Menurut seorang astronom asal inggris,pada pertengahan abad 20 yang bernama Sir Fred Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut “Steady-State”.Teori steady-state menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak hingga dan kekal sepanjang masa. Dengan tujuan mempertahankan paham materialis, teori ini sama sekali berseberangan dengan teori Big Bang, yang mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Mereka yang mempertahankan teori steady-state telah lama menentang teori Big Bang. Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam semesta. Bukti yang ‘seharusnya ada’ ini pada akhirnya diketemukan. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut ‘radiasi latar kosmis’, tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.Pada tahun 1989, NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8 menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.

Dan menurut gagasan kuno yang mengatakan bahwa alam semesta itu kekal. Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir.

Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl Marx.Para penganut materalisme meyakini model alam semesta tak hingga sebagai dasar berpijak paham ateis mereka. Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof materialis George Politzer mengatakan bahwa “alam semesta bukanlah sesuatu yang diciptakan” dan menambahkan: “Jika ia diciptakan, ia sudah pasti diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan”.

Ketika Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan, ia berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan menganggap dirinya sedang mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun, sains dan teknologi yang berkembang di abad 20 akhirnya meruntuhkan gagasan kuno yang dinamakan materialisme ini.

Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan ‘Big Bang’, dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa ‘volume nol’ merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep ‘ketiadaan’, yang berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya sebagai ‘titik bervolume nol’. Sebenarnya, ‘sebuah titik tak bervolume’ berarti ‘ketiadaan’. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan. Dengan kata lain, ia telah diciptakan. Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Alqur’an 14 abad lampau,yakni :

Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi” (QS. Al-An’aam, 6: 101)

C.PERKEMBANGAN BUMI

Teori-teori tentang Perkembangan Bumi

1.Teori Kontraksi dari James Dana dan Elie de Baumant

Dalam teori ini dinyatakan bahwa bumi mengalami pengerutan karena pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas,sehingga mengakibatkan bumi tidak rata.

Teori Kontrasi Pembentukan Bumi

2.Teori Descartes dan Suess

Dalam teori ini dikatakan bahwa pada saat bola bumi mendingin maka terjadilah proses pengerutan dan semakin menyusut.Kerutan-kerutan itulah sebagai pegunungan,lipatan yang kita kenal sampai sekarang.Teori Descartes dan Suess ini disebut teori kontraksi.

3.Teori Geosinklin

Teori Geosinklin
Teori ini dikonsep oleh Hall pada tahun1859 yang kemudian dipublikasikan oleh Dana pada tahun 1873. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan terjadinya endapan batuan sedimen yang sangat tebal, ribuan meter dan memanjang seperti pada Pegunungan Himalaya, Alpina dan Andes.

Teori geosinklin menyatakan bahwa suatu daerah sempit pada kerak bumi mengalami depresi selama beberapa waktu sehingga terendapkan secara ekstrim sedimen yang tebal. Proses pengendapan ini menyebabkan subsidence (penurunan) pada dasar cekungan. Endapan sedimen yang tebal dianggap berasal dari sedimen akibat proses orogenesa yang membentuk pengunungan lipatan dan selama proses ini endapan sedimen yang telah terbentuk akan mengalami metamorfosa. Batuan yang terdeformasi didalamnya dijelaskan sebagai akibat menyempitnya cekungan karena terus menurunnya cekungan, sehingga batuan terlipat dan tersesarkan. Pergerakan yang terjadi adalah pergerakan vertikal akibat gaya isostasi.

Teori ini mempunyai kelemahan tidak mampu menjelaskan asal-usul aktivitas vulkanik dengan baik dan logis. Keteraturan aktivitas vulkanik sangatlah tidak bisa dijelaskan dengan teori geosinklin. Pada intinya, golongan ilmuwan menganggap bahwa gaya yang bekerja pada bumi merupakan gaya vertikal. Artinya, semua deformasi yang terjadi diakibatkan oleh gaya utama yang berarah tegak lurus dengan bidang yang terdeformasi.

4.HIPOTESA PENGAPUNGAN BENUA(CONTINENTAL DRIFT)


Tahun 1912, Alfred Wegener seorang ahli meteorologi Jerman mengemukakan konsep Pengapungan Benua (Continental drfit). Dalam The Origin of Continents and Oceans. Hipotesa utamanya adalah satu “super continent” yang disebut Pangaea (artinya semua daratan) yang dikelilingi oleh Panthalassa (semua lautan). Selanjutnya, hipotesa ini mengatakan 200 juta tahun yang lalu Pangaea pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil. Dan kemudian bergerak menuju ke tempatnya seperti yang dijumpai saat ini. Sedangkan hipoptesa lainnya menyatakan bahwa pada mulanya ada dua super kontinen , yaitu pangea utara yang disebut juga Laurasia, dan pangea selatan yang disebut juga Gondwanaland.

Sumber : http://www.softilmu.com/2014/01/sejarah-terbentuknya-bumi.html

7 Fenomena Luar Angkasa yang Menakjubkan

Published by:

index

1. Venus Transit

Mungkin dapat dikatakan bahwa kejadian ini adalah peristiwa astronomi terbesar sepanjang tahun 2012. Foto ini diambil ketika Venus melakukan ‘perjalanannya’ mendekati matahari dan terjadi hanya 105 tahun sekali. Dalam foto tersebut, Matahari seakan-akan terlihat seperti buah jeruk besar dan Venus hanya berupa titik hitam kecil mengambang di permukaannya.

2. Supermoon

Supermoon adalah peristiwa semesta yang terjadi pada awal bulan Mei lalu. Pada saat itu, bulan hanya berjarak sekitar 221,802 mil dari bumi. Oleh karenanya, ukuran bulan menjadi sangat besar dan bersinar terang. Banyak orang biasa sampai astronom mengabadikan kejadian langka ini.

3. Eagle Aurora

Memang di beberapa belahan bumi lain sering muncul ‘lukisan’ alam yang disebut aurora. Namun, dari banyaknya aurora yang muncul, foto satu ini memiliki satu bentuk imajinasi yang khusus. Foto yang diambil di Norwegia ini memiliki bentuk mirip elang.

4. Whirpool Galaxy

Foto ini berhasil menyabet peringkat pertama di kompetisi  2012 Astronomy Photographer of the Year. Menurut penuturan di National Geographic, galaksi ini berjarak 20 juta tahun cahaya dari bumi. Warna-warna tersebut berasal dari bintang muda dan gas hidrogen yang ada di angkasa.

5. Witch’s Broom

Foto di atas adalah sebuah supernova yang dinamakan Witch’s Broom. Seperti yang dilansir National Geographic, Whitch’s Broom ini adalah bintang di galaksi Bima Sakti yang meledak sejak ribuan tahun lalu. Supernova ini memiliki jarak 1.400 tahun cahaya dari bumi dan berada tepat di konstelasi Cygnus.

6. Earth from Mars

Foto ini adalah gambar yang diambil oleh robot milik NASA Curiosity. Dari foto di atas, nampak bahwa bumi seperti titik kecil yang mengapung di angkasa. Rencananya, Curiosity akan terus melakukan ‘hobi fotografinya’ sampai 2 tahun mendatang.

7. Sun Coronal Mass Ejection

Pada tanggal 31 Agustus lalu, sebuah lidah api raksasa keluar dari permukaan matahari. Hal tersebut menurut para astronom disebut Coronal Mass Ejection (CME). Walaupun ‘lidah’ matahari ini cukup panjang, namun CME tidak akan secara langsung mengenai bumi, akan tetapi hanya berdampak pada magnetosphere bumi.

13 fakta tentang luar angkasa

Published by:

1. Baju astronot itu mahalnya luar biasa.

baju astronot

Taukah kamu kalau ternyata satu baju putih dan berhelm itu total harganya mencapai Rp 156 miliar. Edan!

Yang jelas bahannya di desain khusus dan limited edition. Mahal banget kan,. mendingan uang segitu buat beli baju nikah dan biaya resepsi pernikahan

2. Kalau nangis di luar angkasa air matamu ngambang-ngambang.

 

3. Meledakkan bom di luar angkasa.

bom hidrogen

Faktanya pada tahun 1962, Amerika serikat pernah meledakkan bom hydrogen di angkasa yang daya hancurnya 100 kali lebih kuat dari bom atom yang meledak di Kota Hiroshima, Jepang, saat Perang Dunia II.

4. Astmosfir angkasa bau daging.

atmosfer

Kata para astronot yang pernah terbang ke sana, ruang angkasa itu baunya mirip daging panggang setengah matang, baja panas, dan asap bekas nge-las. Mungkin di sana ada tukang sate sama tukang las.

5. Bajunya mahal, proyek buat buat stasiun ruang angkasa juga berkali-kali lebih mahal, sampai kalkulator eror kalau ngitung sendiri.

stasiun luar angkasa

Stasiun ruang angkasa Internasional merupakan proyek termahal sepanjang sejarah. Proyek ini menghabiskan dana sekitar Rp 1.948 triliun.

6. Bisa lihat sunrise dan sunset sebanyak 15 kali!

15 kali sunrise dan sunset

Nah ini rada membingungkan, kata astronot yang tinggal di stasiun ruang angkasa Internasional mengatakan kalau mereka melewati 15 kali matahari terbit dan 15 kali matahari terbenam dalam sehari

7. Mungkinkan ada alien di sana?

sinyal luar angkasa

Pada 1977 tertangkap sinyal dari ruang angkasa dan berlangsung selama 1,26 menit.

8. Bentuk stasiun ruang angkasa mirip rumah.

stasiun luar angkasa

Stasiun ruang angkasa Internasional bentuknya mirip rumah dengan lima kamar besar dan mengorbit dengan kecepatan 28.164 kilometer per jam.

9. Pohon apel milik Isaac Newton pernah diangkut ke luar angkasa.

Apple Isaac Newton tree

Ilmuan percaya dengan mengangkut potongan kayu pohon apel yang pernah membantu Isaac Newton menemukan teori gravitasi ini, dapat melawan gaya gravitasi di sana.

10. Kalau terbang ke sana kamu bisa tambah tinggi.

astronot

11. Di sana ada ribuan planet yang bertebaran.

Planet

Kita memiliki delapan planet di tata surya. Namun, di luar tata surya kita ada ribuan planet lain. Planet extra-solar atau exo-planet yang berada di orbit sekitar bintang lain.

Sejauh ini para ilmuan udah nemuin hampir 1.800 yang telah dikonfirmasi sebagai dunia baru, dan masih ada 3000 untuk menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Para astronom mencari zona bintang goldilocks untuk planet yang mungkin layak huni, seperti Bumi. Namun, mayoritas planet yang ditemukan sejauh ini adalah planet raksasa yang bergas panas.

12. Kalau kesana telanjang kaki, kulitmu bakalan ngelupas

 

Astronot nggak menggunakan kaki mereka untuk berjalan, mereka pake sepatu. Soalnya, kulit  bisa melunak kemudian mengelupas perlahan jika berinteraksi dengan alam sana.

13. Astronot akan dikarantina setelah kembali dari Bulan.

Astronot akan dikarantina setelah kembali dari Bulan

Ada gambar terkenal Presiden Nixon berbicara pada crew Apollo 11 yang terdiri dari Michael Collins, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin. Mereka harus dikarantina untuk mengantisipasi adanya kontaminasi zat-zat mematikan pasca dari Bulan.Karantina ini juga berlanjut sampai setelah crew Apollo 14 kembali dari bulan dengan selamat. Setelah itu diputuskan bahwa Bulan tidak mengandung penyakit mematikan.

 

www.wovgo.com/2016/01/12/fakta-luar-angkasa/

 

 

 

 

 

Misteri Black Hole dalam Al-Qur’an

Published by:

Hasil gambar untuk black hole

Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat
Black Holes atau lubang hitam bisa dibilang penemuan paling fenomenal di abad 20 di bidang astronomi. Sebelumnya, tak seorang ilmuwan yang pernah membayangkan bahwa di langit ada sejumlah bintang bergerak terus, menyapu, menyedot semua benda langit di sekitarnya. Apalagi bintang itu memang tidak terlihat.

Sejak tahun 1790 seorang ilmuwan Inggris John Michell dan ilmuwan Perancis, Pierre-Simon Laplace memprediksi bahwa ada bintang tersembunyi di langit. Kemudian tahun 1910 teori relativitas Einstein memperkirakan adanya benda di luar angkasa yang memiliki pengaruh terhadap waktu dan tempat. Selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dibalam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Tahun 1967 ilmuwan Amerika John Archibald Wheeler sudah mulai membicarakan dan menamakan “lubang hitam” black holes sebagai hasil dari hancurnya bintang-bintang. sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik/tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam

Para ilmuwan memastikan keberadaan black holes dengan menggunakan teleskop Hubble terhadap pusat galaksi M87. Mereka menemukan konsentrasi gas secara berkesinambungan di sekitar black holes. Konsentrasi gas bergerak sangat cepat yakni 400 km/detik.

Di tahun 1994, melalui teleskop Hubble di pusat galaksi M87 yang dikelilingi oleh gas yang jelas. Diperkirakan masa black holes ini 3 juta kali lipat masa matahari. Kemudian bukti-bukti ilmiah semakin banyak ditemukan tentang adanya black holes melalui sinar-X.

Black holes atau lubang hitam seperti definisi ilmuwan NASA adalah medan gravitasi sangat kuat. Akibatnya, benda-benda langit tersedot dengan intensitas tinggi tanpa terkecuali. Saking kuatnya, cahaya pun tidak bisa menghindar dari sedotan. Black hole terbentuk ketika sebuah bintang besar mulai habis usianya akibat kehabisan energi dan bahan bakar. Meski tidak terlihat, black hole memiliki magnet tingkat tinggi.

Semua bintang dengan masa 20 kali lipat dengan matahari memungkinkan untuk hancur dan berakhir dan berubah menjadi black hole. Ini karena bintang itu memiliki magnet dan masa yang besar. Namun jika masa bintang kecil dan bahan bakarnya habis, maka magnetnya dan masanya tidak mencukupi untuk menyedot benda-benda di sekitarnya dan tidak menjadi black holes. Bintang ini hanya menjadi white dwarf atau bintang mati. Matahari misalnya, setelah 400 juta tahun akan hilang bahan bakar nuklirnya dan redup. Namun ia tidak menjadi black hole karena masanya tidak mencukupi. Barangkali ini yang diisyaratkan oleh Al-Quran

“Apabila matahari digulung,” (At Takwir: 1)

Jadi bukan hancur namun redup. Kuwwirat dalam kamus maknanya satu bagian masuk tergulung ke bagian lainnya.

Meledaknya bintang adalah fase pertama terbentuknya black holes. Para ahli menemukan bahwa semua bintang akan meledak setelah kehabisan bahan bakarnya dan berubah menjadi bintang lain, namun bentuk paling ekstrim adalah black holes.

Karena gravitasi begitu kuat pada lubang hitam mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata “hitam”. Istilah “lubang hitam” telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa. Kekuatan grafitasi eksrtrim ini menghasilkan panas tinggi sehingga menciptakan cahaya. Cahaya itu dengan mudah dideteksi oleh astronom melalui alat mereka. Padahal kecepatan cahaya adalah 300 ribu km/detik. Karenanya tidak bisa dilihat, ia disebut lubang hitam. Ada black hole yang memiliki masa lebih dari 1000 juta kali masa matahari. Ia menyedot benda, gas, benda langit di dekatnya secara berkesinambungan.

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan tersedot. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya.

Sejumlah galaxy sejauh 250 juta tahun kecepatan cahaya. Tahun 2002, ilmuwan menemukan sejumlah lubang hitam di wilayah ini. (nasa.gov)

Antara Ilmuwan dan Al-Quran

Seorang ilmuwan Barat menjelaskan hakikat black hole “It creates an immense gravitational pull not unlike an invisible cosmic vacuum cleaner. As it moves, it sucks in all matter in its way — not even light can escape. Black hole menciptakan gravitasi ekstrim yang bekerja seperti vacuum cleaner alam raya yang tidak terlihat. Ia bergerak dan menelan semua benda yang ditemuinya bahkan cahaya pun disedotnya dan tidak bisa menghindar.”

Karakter black hole:

Tidak terlihat (Invisible) Bekerja seperti sapu mesin yang menyedot (cavuum cleaner) Bergerak secara berkesinambungan (moves)


Black Hole dalam Al Quran

Al Quran menyebutkan banyak fenomena alam raya dan benda-benda luar angkasa, bintang, planet, nama bintang, galaksi dan lain-lain. Sebelum mengklaim adanya fenomena black hole dalam Al-Quran, mari kita perhatikan ayat yang paling dekat untuk dikaji. Yakni di surat At-Takwir ayat 15-16.

Aku bersumpah demi bintang tersembunyi. Yang bergerak cepat yang menyapu,”

Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya yakni bintang yang bernama atau memiliki tiga karakter.

  • Pertama, khunnas(الْخُنَّسِ); yang tersembunyi dan tidak terlihat. Karenanya, setan disebut juga khannaas (الخناس) karena ia tidak terlihat oleh bani Adam. Ini persis yang disebutkan ilmuawan tentang karakter black hole yakni; invisible.
  • Kedua, aljawaar (الْجَوَارِ) bergerak cepat dan sangat cepat. Ini karakter black hole kedua moves. Lafadl Al Quran tajri lebih perfect dibanding penjelasan ilmuan sebab kata ia bermakna bergerak cepat atau lari. Sementara moves tidak menggambarkan bergerak dengan cepat.
  • Ketiga, al kunnas (الْكُنَّسِ) yang menyapu dan menelan setiap yang ditemuinya. Ini karakter black hole vacuum cleaner Kunnas berasal dari kanasa artinya menyapu, miknasah alat untuk menyapu.

Kunnas bentuk jamak dari kaanis yang menyapu. Kunnas adalah shigat muntaha jumuk (bentuk jamak paling tinggi) dari bentuk tunggal kaanis.

Para ulama tafsir klasik menjelaskan makna khunnas al jawaril kunnas adalah bintang yang cahayanya tidak muncul di siang hari dan muncul di malam hari. Namun ini hanya penafsiran bukan makna sesungguhnya. Penafsiran paling sesuai dengan realitas alam raya adalah black holes.

Lebih takjub lagi, ilmuwan NASA menemukan adanya gelombang suara dengan irama tertentu yang keluar dari black hole atau gas yang meliputinya di galaksi yang sangat jauh.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Al Isra’: 44).

Black hole dengan ukuran sedang besarnya 10 kali limat dari berat matahari. Ada black hole yang besarnya sangat ekstrim yang ada di galaksi kita dan galaksi lain. Ada yang beratnya 1 juta kali lipat matahari.

Bagaimana mendeteksi black hole yang tidak terlihat dan tidak mengeluarkan cahaya? Setelah mengamati alam raya dan bintang-bintang dalam waktu yang lama. Tiba para ilmuwan menemukan sebuah bintang itu hilang cahayanya. Setalah beberapa saat bintang itu muncul lagi. Ketika gambarnya diamati, para astronom berkesimpulan bahwa cahaya itu terhalang oleh black hole yang melintas.

Diperkirakan jumlah black hole di alam raya ini jutaan bahkan ribuan juta.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat: 53)

sumber : http://www.muslim-menjawab.com/2012/06/ternyata-al-quran-lebih-dulu-bicara.html

Pemilihan Presiden Tidak Hanya Dilakukan Di Bumi

Published by:

086768500_1478668193-_92300882_mediaitem91772679

Pemilihan umum Presiden Amerika Serikat sedang memanas. Hitungan pemungutan suara terakhir menyebutkan bahwa Donald Trump lebih unggul dari capres Hillary Clinton.

Pemungutan suara itu ternyata tidak hanya dilakukan oleh warga AS yang berada di Bumi saja. Para astronot Negeri Paman Sam yang berada di angkasa luar juga melakukan pemilihan.

Hanya saja, cara pelaksanaan pemungutan suara di angkasa berbeda dengan di Bumi. Di planet ini pemilu dilakukan dengan cara mendatangi tempat pemungutan suara.

Namun di ‘langit’ pemilik suara mengirimkan pilihan mereka menggunakan cara khusus dan butuh waktu hampir satu tahun.

Seperti dikutip dari Space.com, Rabu (9/11/2016), astronot NASA Shane Kimbrough berbagi cerita tentang hak pilih presiden yang dilakukannya di atas langit.

Kimbourgh yang merupakan komandan ekspedisi 50 di International Space Station (ISS) bisa ‘mencoblos’ dari orbit berkat adanya prosedur Texas yang disahkan pada 1997.

Proses pemungutan suaranya dilakukan satu tahun sebelum astronot meluncur ke angkasa. Mereka boleh memilih jenis pemilu apa (lokal/negara/federal) yang mereka ingin ikuti saat berada di angkasa.

“Kemudian enam bulan sebelum pemilihan dimulai, astronot akan diberikan formulir ‘Pendaftaran Pemilih dan Permintaan Absensi Suara  — Federal Post Card Application’,” tulis seorang pejabat NASA di Tumblr.

Menambahkan penjelasan postingan tersebut, Kate Rubins mengatakan bahwa ketika astronot mendapatkan surat absensi suara mereka, alamat yang tertulis adalah ‘orbit rendah Bumi’.

Mission Control di JSC akan mengubah format surat tersebut dalam bentuk digital dan memberikannya kepada kru ISS.

ISS kemudian mengisi formulir tersebut dan mengirimkan ‘suara’ itu kembali ke Bumi yang langsung akan diberikan kepada komite pemungutan suara.

“Kimbrough dan Rubins akan mencoblos dengan menggunakan sistem ini,” kata pejabat NASA.

Pemungutan suara astronot NASA di angkasa luar dimulai pada 1997, 3 tahun sebelum ilmuwan mulai bekerja dan hidup di ISS.

Warga AS pertama yang berhasil menyalurkan suaranya dari langit adalah David Wolf, yang kala itu sedang berada di stasiun angkasa Rusia, Mir.

Pada 2004, Lorey Chiao menjadi astronot NASA pertama yang ikut pilpres.

 

sumber: http://global.liputan6.com/read/2647478/tak-hanya-di-bumi-pilpres-as-juga-dilaksanakan-di-angkasa-luar