Studio produksi anime legandaris

Studio Ghibli, Inc. (株式会社スタジオジブリ Kabushiki-gaisha Sutajio Jiburi?) adalah sebuah studio film animasi yang berbasis di Koganei, Tokyo, Jepang.[1] Film-film animenya mengandung unsur-unsur provokatif, imajinatif, emosional dan telah mendapatkan pujian yang luas dari seluruh dunia.

Namanya berasal dari nama panggilan yang digunakan orang-orang Italia untuk menyebut pesawat-pesawat pengincar Sahara mereka pada masa Perang Dunia II; nama yang mengandung arti angin panas yang bertiup menyusuri Gurun Sahara (sirocco). Meskipun istilah tersebut berasal dari bahasa Italia namun kata ini diserap dari kata qibli (قبلي) dan etimologis berasal dari kata “qibla” atau kiblat, dalam bahasa Jepang nama studio itu dilafalkan ‘ji-bri’ atau ‘ji-bu-ri’. Teori di balik nama tersebut adalah bahwa studio tersebut sedang meniupkan angin yang baru terhadap industri anime.

Didirikan pada tahun 1985, Ghibli dipimpin sutradara ternama Hayao Miyazaki (宮崎 駿 Miyazaki Hayao) bersama dengan rekannya yang juga pembimbingnya, Isao Takahata (高畑 勲 Takahata Isao). Asal mula Studio Ghibli dapat dibilang berawal pada tahun 1983, dengan film Nausicaä of the Valley of the Wind (風の谷のナウシカ Kaze no tani no Naushika, 1984), yang mulanya merupakan manga bersambung yang diterbitkan majalah manga terbitan Tokuma Shoten (徳間書店). Tokuma adalah perusahaan induk Studio Ghibli, dan telah memberikan pada Disney hak-hak video untuk delapan filmnya serta hak distribusi dunia untuk Princess Mononoke (もののけ姫 Mononoke Hime, 1997) dan Spirited Away (千と千尋の神隠し Sen to Chihiro no Kamikakushi, 2001). Film terbaru Miyazaki, Howl’s Moving Castle, (ハウルの動く城 Hauru no ugoku shiro, 2004) sebenarnya merupakan adaptasi sebuah buku karya penulis Britania, Diana Wynne Jones, yang diterbitkan di beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Kanada. Komponis Joe Hisaishi telah menyediakan soundtrack bagi beberapa film Ghibli.

Film Ghibli yang bukan merupakan hasil arahan Miyazaki yang paling terkenal dan dipuji adalah Grave of the Fireflies (火垂るの墓 Hotaru no Haka, 1988), yang disutradarai Isao Takahata, sebuah film sedih yang terfokus pada kehidupan dua anak yatim piatu pada zaman pasca-Perang Dunia II di Jepang.