Misteri Dibalik Kartun Phineas and Ferb

Hasil gambar untuk phineas and ferb

Tau kartun Phineas and Ferb gak? Yap! Kartun yang diproduksi oleh The Walt Disney. Kalau yang sering liat Disney Channel pasti tau. Tau gak kalau kartun itu diceritakan berdasarkan kisah nyata?

Sebelumnya gue mau menjelaskan soal penyakit Schizophrenia. Schizophrenia adalah gangguan medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia. Singkatnya, penyakit ini sering diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (presepsi tanpa ada ransang pancaindra).
Nah, di kartun yang berdurasi 22 menit ditiap episodenya ini, ternyata dalam kisah nyatanya, Candace (kakak kandung Phineas) menderita penyakit Schizophrenia.
Jadi, Candace dalam kartun tersebut adalah benar adanya. Dia lahir tahun 1993 di Rusia. Dia menderita penyakit Schizophernia sejak umur 13 tahun. Dan kebetulan, adiknya Phineas & Ferb adalah anak-anak yang hiperaktif. Jadi, setiap Phineas & Ferb melakukan atau membuat sesuatu, Candace selalu berhalusinasi. Misalnya, ketika Phineas & Ferb membuat sarang burung, Candace berhalusinasi bahwa Phineas & Ferb membangun gedung tinggi. Candace juga berhalusinasi bahwa Perry adalah seekor Platypus. Padahal, Perry adalah anjing peliharaan keluarga mereka.
Sejak saat itu, Candace selalu melapor pada Ibunya bahwa adik-adiknya membuat sesuatu yang aneh. Tapi, Ibunya pasti tidak percaya karena Ibunya tau Candace menderita penyakit Shizophrenia.
Karena Ibunya tidak pernah percaya. Candace selalu menceritakan apapun yang dibuat adiknya dalam buku diary. Ibunya semakin lama, semakin khawatir pada kondisi Candace. Akhirnya, Ibunya membawa Candace ke seorang Psikolog bernama Dr. Doofenshmirtz. Dalam kartun, Dr. Doofenshmirtz dianimasikan menjadi Profesor jahat.
Dr. Doofenshmirtz akhirnya memberikan Candace obat yang berfungsi untuk mengurangi halusinasinya. Tapi, Candace menjadi ketergantungan pada obat tersebut. Sehingga, Candace selalu meminumnya diluar dosis. Dan yang terjadi, halusinasi Candace justru semakin menjadi-jadi. Candace semakin merasa tersiksa dan depresi. Dan karena Candace gak tahan sama apa yang dia derita, akhirnya dia mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dikamarnya pada tahun 2007.
Ketika ibunya mengetahui keadaan Candace yang gantung diri dikamarnya, Ibunya menangis histeris. Yaiya, Ibu mana yang gak sedih waktu liat anaknya gantung diri dikamar?
Setelah pulang dari pemakaman, Ibunya membersihkan kamar Candace. Lalu, Ibunya menemukan buku diary Candace. Setelah Ibunya membaca buku diary tersebut. Ibunya lalu membawa buku tersebut ke Disney Channel Studio untuk dibuatkan animasi. Dia ingin animasi ini menjadi pengingat akan Candace.
Dan sejak saat itu, The Walt Disney memproduksi animasi berjudul Phineas and Ferb. Well, ini adalah animasi favorite gue. Sebelum gue tau cerita ini, gue sempet mikir, “kok bisa ya si animator buat cerita kaya gini? Inspirasinya dari mana? Hebat banget anak-anak kecil bisa buat alat-alat yang gak pernah dipikirin sebelumnya”. Dan sekarang, pertanyaan gue terjawab.
Gak nyangka ya, animasi yang lucu itu ternyata dari kisah nyata yang sangat mengharukan kaya gini. Dan gue cuma bisa berharap, semoga gak akan lagi Candace-Candace yang lain :’))
Segitu aja yaa..
Semoga bermanfaat~
Sumber : http://diary-trirati.blogspot.co.id/2014/03/phineas-and-ferb-true-story.html
(Visited 107 times, 1 visits today)

You might also likeclose