Menjual sepeda,demi bermain DotA 2,hingga jadi milyader

Seorang motivator kawakan sempat melontarkan motivasi menyudutkan pada kalangan gamer. Dia mengatakan “Banyak anak muda yang aslinya cerdas menjadi murid terbelakang karena kesukaan yang berlebihan untuk main games.
Hidup ini bukan games, karena terbukti kemiskinan itu pedihnya nyata bagi orang yang menelantarkan masa mudanya.”Pernyataan tersebut tentu bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Sumail (15). Dengan bermain game DotA, Sumail meninggalkan masa mudanya.. Bahkan, agar dapat bermain game, ia menjual sepedanya. Apa yang ia lakukan membuahkan hasil, kini ia menjadi milyuner. Bagaimana bisa? Simak ulasan berikut ini!

TI5_1(1)

Sebagaimana kita ketahui beberapa waktu yang lalu kompetisi dunia DotA 2 baru saja selesai di gelar di Key Arena, Seattle. Pertarungan yang diikuti 18 Tim berjalan dengan sangat menegangkan. Memasuki babak Final terjadi pertarungan sengit antara EG ( Evil Geniuses) dari USA melawan Tim dari China CDEC. Kompetisi berjalan dengan ketat hingga akhirnya CDEC harus mengakui kekalahannya seteah dikalahkan oleh EG dengan skor 3 – 1. Kompetisi pun berakhir, gelar juara berhasil digandeng oleh tim dari USA EG (Evil Geniuses).

DotA 2 merupakan turnamen yang sangat luar biasa. Bagaimana tidak total hadiah pada turnamen ini mencapai Rp. 249 MILIAR!! WOW! (sekali menjuarai turnamen ini kamu bisa kaya mendadak). Belum lagi hadiah berupa materi dari para sponsor.

EG (Evil Geniuses) sendiri beranggotakan Peter “Ppd” Dagger (kapten, support), Clinton “Fear” Loomis (carry), Syed “Sumail” Hassan (mid), Saahil “Universe” Arora (offlane), dan Kurtis “Aui_2000″ Ling. Yang menarik perhatian dari tim ini adalah Sumail (15) di usianya yang sangat dini, dia telah berhasil menjadi milyuner.

Dota sumail 1

Syed Sumail “SumaiL” Hassan pertamakali direkrut oleh EG pada bulan Januari 2015. Dengan waktu yang sangat singkat, Sumail mampu memberikan kontribusi yang besar untuk EG, hingga akhirnya Tim EG berhasil mendapatkan gelar juara.

dota sumail 4

Evil Geniuses Memenangkan The International 2015

Sumail lahir dan tinggal di Pakistan, ditempat ia tinggal “game” merupakan sesuatu yang jarang ada dan tidak sepopuler di kota-kota besar. Sumail hidup dari keluarga biasa. Ia bahkan tidak memiliki komputer. Untuk bermain game Sumail harus pergi ke kafe internet (semacam Warnet). Sumail sangat ingin bermain, namun dia tidak mempunyai cukup uang. Untuk dapat memenuhi keinginannya tersebut, sampai pada akhirnya diamenjual sepedanya agar dapat bermain DotA, meskipun hanya untuk beberapa jam saja.

“I lived in Pakistan for 15 years. Growing up, I wanted to play so bad that I sold my bike just to be able to play for more hours.”

dota sumail 2

Sumail sangat serius dengan apa yang telah ia lakukan. Ia berlatih tekun dengan bermain DotA selama 9 jam perhari. (Kalau di indonesia mungkin anak seperti Sumail sudah dimarahi habis-habisan) Sumail sangat berterimakasih dengan ayahnya yang telah bekerja keras untuk mendukung keinginanya. Begitu pula dengan keluarganya yang terus mendukung Sumail hingga saat ini. Salah satu anggota keluarga Sumail mengatakan bahwa Sumail merupakan pemuda yang sangat ambisius, ia selalu mengatakan pada kedua orang tuanya “biarkan saya melakukan ini dan suatu hari saya akan membuat kalian semua benar-benar bangga atas apa yang telah saya lakukan” kata-kata sumail tersebut benar-benar terbukti.

dota sumail 3

sumber : http://www.duniaku.net/2015/08/23/dota-sumail-milyuner-mario-teguh/