Category Archives: Novel

Novel-Novel yang Melelehkan Air Mata

Published by:

Hasil gambar untuk novel

Ada sekian banyak buku (novel) yang ceritanya membuat air mata pembacanya meleleh deras. Tak cukup sekali, tapi berkali-kali. Berikut ini ada beberapa buku yang (mungkin) bisa menjadi referensi para pembaca yang menginginkan nuansa berbeda saat membaca buku. Plong matanya, plong hatinya…

1. Hafalan Shalat Delisa

Baru-baru ini buku laris karya Tere Liye ini difilmkan. Tepat hari Ibu 22 Desember lalu, filmnya dilaunching. Berlatar belakang Tsunami Aceh. Buku yang sangat layak dibaca oleh siapa pun; mengingatkan akan cinta pada ibu, ayah, saudara-saudara.

Penjualan buku ini sangat tinggi, dan melambungkan nama TereLiye di jajaran novelis Indonesia. Saya kira, memang, Bang Tere Liye spesialisasinya membuat orang menangis dan melelehkan air mata.
Buat yang belum baca, Siap-siap aja dengan tisu di samping saat membacanya. Hehehe…

2. 1 Liter of Tears

Ketika berumur 15 tahun, Aya Kito merasakan perubahan drastis pada dirinya. Tiba-tiba tubuhnya menjadi kurus, dan juga sering terjatuh tanpa penyebab yang jelas. Rupanya itu merupakan gejala awal serangan penyakit Spinocerebellar ataxia (SCA),penyakit langka yang belum ditemukan obatnya. Kisah penuh air mata inisungguh mengetuk hati kita,karena walaupun menahan penderitaan yang hebat, Aya Kito terus berjuang untuk melawan penyakitnya. Kisah nyata ini telah diangkat menjadi drama serial di Jepang dengan judul 1 Liter of Tears,yang tidak hanya menguras air mata, tetapi juga menularkan semangat bagi kita agar senantiasa menghargai kehidupan.

3. A Child Called It

Dewasa ini semakin sering kita mendengar peristiwa CHILD ABUSE -penyiksaan anak. Film-film dan artikel-artikel di majalah-majalah yang mengupas persoalan itu semakin banyak beredar, namun kasus-kasus di situ sering dipaparkan secara sensasional sehingga kita semakin tidak paham apa dan bagaimana sesungguhnya child abuse itu, apa yang sesungguhnya dialami dan diderita oleh anak yang menjadi korbannya. Buku ini membuka wawasan kita, mencerahkan, dan mendidik. David mengajak kita ikut mengalami rasa takutnya, rasa kekalahannya, rasa kesendiriannya; rasa sakitnya, dan rasa marahnya, sampai pada harapan terakhirnya. Dengan masuk ke dalam alur itu, menjadi jelas bagi kita betapa menyakitkannya dunia gelap yang diderita anak-anak korban child abuse. Bahkan secara lebih detil, kita bisa merasakan tangisan anak-anak itu melalui mata, telinga, dan badan David Pelzer. Derigan membaca buku ini kita juga bahkan bisa merasakan keteguhan hati David untuk keluar dari siksaan yang tak kunjung henti menuju kemenangan.

4. Of Mice and Men by John Steinbeck

Kisah ttg dua orang buruh migran yg bersahabat di era Great Depression, yg satu kecil tapi pintar, yg satu besar tapi mentalnya agak2 kurang. Berdua sama2 saling membantu dalam hidup, kala salah satu dari mereka bermasalah. Mereka berdua punya mimpi yg sama untuk hidup sukses, punya tanah sendiri. Tapi hidup pada akhirnya memang tidak seindah mimpi.
Bisa dibilang novella favorit gw, gaya bercerita Steinbeck indah, ngalir dan enak untuk diikutin. Kalo ga sedih atau minimal terharu baca ini, berarti ada yg salah dengan anda.

5. The Pearl by John Steinbeck

Kisah ttg sebuah keluarga nelayan miskin yang suatu ketika anak bayi mereka terkena sengatan kalajengking. Karena mereka ga punya uang, alhasil ga ada dokter yg mau menolong. Sang bapak kemudian berupaya mencari mutiara di laut, hingga akhirnya mendapatkan sebuah mutiara yg sangat besar. Mimpi untuk menjadi makmur dan menghidupi masa depan sang anak pun diharapkan dari mutiara ini. Pada akhirnya, apakah mutiara ini memang membawa kebahagian ataukah justru kesengsaraan?

The Pearl ga kalah menyedihkan dari Of Mice and Men, sama2 bikin nyesek

sumber: http://khaledpunya.blogspot.co.id/2012/01/buku-buku-yang-melelehkan-air-mata.html

Cara Ampuh Mengirimkan Novel Ke Penerbit Supaya Lolos & Diterbitkan

Published by:

images

 

 

Kamu pernah bermimpi menjadi seorang penulis novel yang terkenal? Segala impian mungkin saja terwujud, asal kita mau berusaha mewujudkannya. Termasuk menjadi penulis novel. Kamu tinggal belajar menulis novel yang bagus dan menarik, tiada duanya dan tentunya laku di pasaran. Kalau novel bagus tidak laris, penulisnya tentu tidak akan dikenal!

 

Oka, anggap saja kamu bisa menulis novel yang bagus. Setelah naskahnya jadi, mau diapakan? Inilah yang menjadi awal kebingungan para penulis pemula yang sudah siap dengan naskah novel ditangannya. Mereka biasanya bingung tentang format dan tatacara pengiriman naskah novel hingga diterima dan diterbitkan. Oleh karena itu Izwie bakal membagikan cara ampuh mengirimkan novel ke penerbit supaya kamu tidak bingung dan bisa mandiri menerbitkan novelmu. Check this out!

1. Perhatikan Kerapian Naskah

Cara Ampuh Mengirimkan Novel Ke Penerbit Supaya Lolos & Diterbitkan

Setelah menulis sebuah novel, jangan lupa untuk memperhatikan proses editing supaya naskahmu rapi dan enak dibaca. Usahakan tidak ada typo (salah ketik) dalam naskahmu. Jilid rapi naskah yang telah di print, atau jika mengirimkan dalam bentuk softcopy melalui email, perhatikan jenis huruf, margin, dsb. Kerapian naskah ini menjadi nilai plus bagi kamu dan memperbesar kesempatan naskahmu dibaca oleh editor.

2. Ikuti Aturan Penerbit Tujuan

Untuk tata letak seperti ukuran kertas, margin, jenis dan ukuran huruf, usahakan mudah dibaca dan kalau bisa sesuai dengan ketentuan dari penerbit yang akan kamu kirimi naskah. Jika penerbit menginginkan naskah memakai huruf times new roman 12 pt, maka kamu jangan mengirimkan dengan font lain yang justru membuat kening editor berkerut.

3. Surat Pengantar dan Identitas Diri

Surat pengantar adalah sopan santun bagi seorang penulis yang bertamu dan mengajukan naskah kepada penerbit. Buatlah surat pengantar yang sederhana namun memikat. Satu lagi, jangan lupa sertakan identitas diri pada naskahmu. Seringkali penerbit tidak mau menerbitkan karya bukan karena naskahnya jelek, namun tidak ada identitas penulisnya sehingga penerbit akan kesulitan melacak siapa yang telah mengirimkan naskah tersebut.

4. Via Pos atau Email? Print Out atau Soft Copy?

Nah, kalau ini kembali ke poin kedua, sesuaikan dengan aturan penerbit. Mengirim lewat email memang lebih mudah, murah dan cepat. Namun agak riskan karena naskahnya berbentuk file softcopy sehingga rawan dibajak. Untuk naskah via pos, selain mengeluarkan banyak biaya dan biaya pos, proses pengirimannya lama dan ada kekhawatiran naskah hilang di jalan. Namun, dari kedua metode tersebut, sekarang ini bisa dipakai dua-duanya. Tinggal keyakinan dan kepercayaan kita saja, naskah kita sampai ke meja redaksi dengan selamat.

5. Cari Penerbit yang Cocok!

Cari Penerbit yang Cocok!

Setiap penerbit biasanya memberikan keterangan naskah apa saja yang ingin mereka terbitkan. Jadi, kirimkanlah naskah novelmu ke penerbit yang cocok. Kamu juga bisa mengetahui selera penerbit melalui buku-buku yang sudah terbit ke pasaran. Naskah novel percintaan yang luar biasa, tidak akan pernah diterbitkan oleh penerbit yang khusus menangani buku pelajaran, bukan? Kamu bisa dengan mudah menemukan alamat surat dan alamat email penerbit di internet dan bagian belakang buku.

6. Sinopsis yang Memukau

Salah satu kunci untuk memikat penerbit untuk menerbitkan naskah novel kita adalah dengan membuat sinopsis yang memukau. Sinopsis sebanyak 3 halaman diibaratkan sebagai gerbang awal untuk mengenalkan naskah kita yang berjumlah ratusan halaman. Ketika editor menyukai sinopsis yang kita buat, maka kemungkinan naskah kita untuk dibaca semakin besar. So, berikan sinopsis yang jujur tentang naskah kita. Jangan mambuatnya berbunga-bunga dan jangan pula menggantung seperti blurbs yang ada di sampul belakang buku.

7. Bersabarlah Menunggu Proses Seleksi

Ya, setelah naskah kamu kirimkan, tahap selanjutnya adalah menunggu. Sambil menunggu kabar, kamu bisa menulis naskah lainnya! Namun ingat, jangan pernah mengirimkan naskah yang sama ke beberapa penerbit sekaligus ya, itu melanggar etika!

8. Bolehkah Menanyakan Status/ Nasib Naskah?

Menanyakan Status

Boleh sekali! Itu adalah hak penulis untuk menanyakan status naskah yang ia kirim. Jika sampai waktu yang ditentukan kamu belum mendapat kabar, kamu boleh menanyakan naskah tersebut kepada redaktur/editor. Namun, jangan memberi kesan kamu “meneror” mereka ya!
Nah, itulah cara ampuh untuk mengirimkan novel ke penerbit. Semoga berhasil!

sumber: http://www.izwie.com/2015/05/cara-ampuh-mengirimkan-novel-ke.html

Beberapa hal yang Bisa Membuat Orang Tabah Atau Sabar

Published by:

Beberapa hal yang Bisa Membuat Orang Tabah Atau Sabar

Pada Tgl 09/08/2016 saya mendapat Materi tentang “Ketabahan hati” dari guru saya ia adalah seorang guru yang mengerti muridnya, ia adalah seseorang yang sulit di tebak sebelum kita mengenalnya.

Jadi hari ini  saya (kita) ingin menulis dan belajar lebih tentang Ketabahan Hati, langsung saja

Ketabahan Atau Sabar

From : kumpulanartikelbaru.blogspot.com

Ketabahan adalah tetap dan kuat hati dalam menghadapi cobaan-cobaan atau kesulitan-kesulitan hidup. Semua kesulitan, cobaan kita kembalikan kepada Allah SWT yang menciptakan dan maha tau tentang kehidupan kita.

Dalam perjalanan kita hidup di dunia ini pasti ada yang namanya kesulitan atau cobaan, dari mana datangnya cobaan itu? semua orang pasti berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya, ada yang dari ekonomi, keluarga, fisik dll.

Untuk menghadapi cobaan-cobaan yang diberikan Allah SWT. kepada kita, kita harus melatih diri dari ocehan, tindakan, yang bersifat negatif kepada kita dan merubahnya menjadi positif.

Orang yang memiliki ketabahan hati sifat dan tindakannya tidak akan mudah putus asa, tenang dalam memutuskan sesuatu, tanpa terburu-buru ataupu bimbang, karena mereka tahu kalau itu semua itu hanyalah coabaan.

Lalu Dari Mana Datangnya Ketabahan?

From : splashdiary.blogspot.com

From : splashdiary.blogspot.com

Kadang kehidupan ini ada yang sesuai dengan kehendak hati kita dan terkadang kehidupan ini atau perjalanan hidup ini tidak sesuai dengan kehendak hati. Jika terjadi yang tidak sesuia dengan kehendak hati maka kita harus tabah.

Ketabahan ini sangat bersangkut paut dengan  masalah hati, siapapun itu orangnya, bagaimanapun kondisinya, jika ia bisa mengendalikan hati dan hawa nafsunya ia adalah orang yang termasuk orang yang tabah.

Beberapa hal yang harus kamu coba kalau ingin menjadi orang yang tabah :

  1. Memaafkan Seseorang
    From ; theonlyquran.com

    Artinya : “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”

    Maaf adalah perkataan yang paling sukar dikatakan seseorang jika ia sedang bertengkar atau sedang ada masalah dengan seseorang tersebut.

     

    From ; abdannn.co.vu

    Padahal jika kita bisa meminta maaf terlebih dahulu dan memaafkannya secara tulus, dapat membantu memperbaiki perasaan kita menjadi lebih nyaman dan dapat memperbaiki suatu hubungan. Memaafkan terlebih dahulu juga dapa menurunkan tingkat kesetressan kita, memang bersifat seperti itu tidaklah mudah namu itu lebih dari pada menyimpan dendam.

  2. Bermuhasbah Diri
    From : ilhamaristanto.com

    Bermusahabah perlu, mengevaluasi kebenaran dan kesalahan dalam segala hal.  Dengan bermuhasabah diri, maka kita bisa mengetahui aib serta kekurangan diri kita sendiri, baik itu dalam hal ibadah, kehidupan sehari-hari, dan atau kelompok.

  3. Berperasangka Baik
    From : mitrakerjasmk.blogspot.com

    Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesa;ahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang  di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasakan jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
    Berpikir positif berpandangan baik terhadap segala hal. Maksudnya berprasangka baik dan berfikiran terhadap seseuatu yang menimpa diri. Meskipun sesuatu itu sangat membebani diri.

    Dengan berperasangka baik kita tidak mudah menyalahkan orang lain apalagi meyalahkan orang lain dengan maksud menutupi kelemahan atau kesalahannya.

  4. Berserah Diri Kepada Allah SWT.
    From : abufarras.blogspot.com

    Hati benar-benar bergantung kepada Allah dalam rangka memperoleh mashlahat (hal yang baik) dan menolak mudhorot (hal yang buruk) dari urusan-urusan dunia dan akhirat.
    Berserah disini bukan berarti pasrah, namun berserah diri setelah kita berusaha dengan sungguh-sungguh.

 

 

sumber:http://bukubiruku.com/dari-mana-datangnya-ketabahan-seseorang/