Cara Menggunakan WiFi Di Tempat Umum Dengan Aman

1. Periksa Keaslian WiFi

Periksa-Keaslian-WiFi

Sebelum kamu terhubung ke WiFi pastikan kamu cek keasliannya, misalnya jika di kafe kamu bisa tanya langsung ke pelayan. Pastikan kamu memilih jaringan WiFi yang tepat dan memasukkan password dengan benar.

Jangan percaya pada jaringan WiFi yang tidak memerlukan kata sandi. Para penjahat siber umumnya membuat jaringan seperti ini untuk mencuri data pribadi pengguna.

Untuk mengamankan koneksi jaringan WiFi, penyedia akses WiFi dan perorangan biasanya menggunakan pengamanan WPA atau WPA2. Setidaknya itu menunjukkan bahwa sambungan terenkripsi.

Namun jaringan yang memerlukan kata sandi pun nyatanya tidak dapat sepenuhnya dipercaya. Para penjahat juga dapat dengan mudah mengetahui kata sandi yang digunakan untuk dapat terhubung dengan jaringan WiFi. Kemudian menggunakannya untuk menciptakan sebuah jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang sama.

2. Hanya Buka Website Berbasis HTTPS

Hanya-Buka-Website-Berbasis-HTTPS

Kamu harus memastikan bahwa halaman situs yang kamu kunjungi dengan WiFi umum telah menggunakan https yang mengenkripsi apapun yang kamu kirim dan terima dari situs tersebut.

Bila memungkinkan, aktifkan pengaturan seperti ini untuk semua layanan penting yang kamu miliki. Buat kamu pengguna browser Google Chrome, Firefox dan Opera, Jaka sarankan untuk memasang ekstensi HTTPS Everywhere dari Electronic Frontier Foundation (EFF).

3. Hindari Mengakses Informasi Sensitif

Hindari Mengakses Informasi Sensitif

Ketika kamu menggunakan WiFi publik gratis, jangan menggunakannya untuk mengakses informasi yang sensitif. Seperti bertransaksi online, membuka file pekerjaan, membuka email, akun perbankan, dan layanan penting lainnya.

Bila perlu, lebih baik menggunakan koneksi data mobile kamu. Selain itu, jangan pernah mengakses konten-konten berbau pornografi dengan WiFi umum gratisan. Selain melanggar etika dan norma, melakukan hal tak senonoh seperti ini juga bisa merusak pandangan orang terhadapmu.

4. Pilih Jaringan Secara Manual

Pilih-Jaringan-Secara-Manual

Jika kamu menggunakan laptop berbasis Windows, setiap kali komputer terkoneksi ke jaringan WiFi baru, kamu bisa memilih untuk terhubung secara otomatis ketika jaringan WiFi tersedia atau memilih secara manual.

Nah pastikan kamu memilih jaringan secara manual, demikian juga pada smartphone. Bila perlu, klik “forget” untuk memastikan bahwa perangkat kamu tidak akan tersambung kembali.

5. Matikan WiFi

Matikan-WiFi

Saat kamu tidak menggunakan WiFi, maka matikan fitur ini. Langkah ini akan melindungi data dan membantu untuk menghemat daya baterai perangkat. Hal ini juga akan melindungi kamu dari metode pelacakan yang dipergunakan oleh berbagai organisasi.

Misalnya, ketika kamu berada di sebuah pusat perbelanjaan dengan kondisi WiFi aktif. Tentunya smartphone akan mencari jaringan yang tersedia dan pada saat yang sama mentransmisi alamat MAC yang dimiliki oleh masing-masing ponsel.

WiFi hotspot akan mencatat data setiap menerima permintaan akses dari smartphone. Berdasarkan informasi tersebut, para ahli marketing seringkali memetakan rute klien untuk mencari tahu barang apa yang dapat menarik perhatian mereka.

Intinya kamu menonaktifkan WiFi jika tidak digunakan untuk menjaga privasi dan penyalahgunaan informasi.

6. Mengadopsi 2FA

Two-Factor Authentication

Langkah aman berikutnya untuk menggunakan WiFi publik adalah pastikan kamu telah menggunakan Two-Factor Authentication (2FA) di semua layanan yang mendukung yang kamu gunakan.

2FA sendiri adalah fitur keamanan akun online di mana kita akan melakukan verifikasi identitas sebanyak minimal 2 kali, ini biasanya dikombinasikan dengan password dan kode khusus melalui SMS.

Dengan ini meskipun peretas berhasil mendapatkan password dan user name akun milik kita, tetap tidak bisa digunakan karena membutuhkan kata sandi tambahan yang dikirimkan ke nomor telepon kamu. Oh iya, jangan lupa juga melakukan log out dari akun yang kamu gunakan.

7. Menggunakan VPN

opera-vpn

Langkah terakhir dan yang tak kalah penting adalah pertimbangkanlah untuk menggunakan jaringan virtual private network (VPN). Metode ini sangatlah baik untuk melindungi data kamu karena layanan VPN akan mengenkripsi semua data yang kamu kirimkan.

Pada umumnya, sebuah koneksi VPN mengharuskan kamu untuk membayar. Namun kamu dapat mencari versi gratisnya. Sebagai contoh, coba gunakan Opera VPN, browser Opera juga sudah tertanam fitur VPN. Ada juga ProXPN, Cyber Ghost, Your Freedom, dan HotSpot Shield.

Penyedia layanan ini umumnya menyedikan paket standar gratis, namun memiliki batasan kecepatan. Sedangkan untuk tarif datar (flat rate) dengan berbagai fitur menarik hanya berkisar beberapa dolar per bulan.

Di samping itu, VPN juga memiliki beberapa keuntungan tambahan yakni dapat menyediakan layanan akses pada berbagai sumber yang disensor di dalam maupun luar negeri (jika kamu membutuhkannya).

Selain itu, kamu juga harus menggunakan solusi keamanan yang tentunya dapat diandalkan. Salah satunya adalah Kaspersky Internet Security yang akan memperingatkan Anda ketika terhubung dengan jaringan yang tidak aman serta mencegah kebocoran password.

Kesimpulan

Mungkin sekarang kamu tidak begitu peduli dengan potensi dari bahaya WiFi, sebelum kamu benar-benar mengalaminya. Semoga saja tidak ya, karena itu penting untuk menerapkan langkah-langkah di atas.

(Visited 31 times, 1 visits today)

You might also likeclose