10 Pernyataan Kontroversial Donald Trump

Donald Trump, namanya mendadak populer di Indonesia setelah Ketua DPR (Setya Novanto) dan Wakil DPR (Fadli Zon) datang langsung ke AS untuk memberi dukukungan kepada Donald Trump sebagai calon orang no.1 di AS. Banyak media lokal yang menghujat aksi dua orang penting ini, hingga beberapa netizen sempat membuat meme-meme menyindir Setya Novanto dan Fadli Zon yang menghadiri kampanye terbuka Donald Trump beberapa waktu lalu.

Setya Novanto dan Fadli Zon foto Bareng Donald Trump

Nggak hanya sampai disitu, Donald Trump pengusaha yang katanya hampir “bangkrut” ini juga membuat pernyataan yang menghebohkan dunia. Apa saja pernyataanya itu? Berikut ini kami berhasil merangkum beberapa pernyataan Donald Trump yang sangat kontroversial:

1. Donald Trump Melarang Umat Muslim Datang Ke Amerika

Begitu banyak Muslim seluruh dunia membenci Amerika Serikat sehingga penting bagi negeri itu untuk melarang mereka (umat muslim) masuk.

Sampai kita bisa memilah dan mengerti masalah ini, mengapa mereka membenci kita, bahaya ancaman itu masih nyata. Negara kita tidak bisa lagi menjadi korban penyerangan bagi mereka yang hanya mengerti soal jihad, dan tidak punya rasa hormat terhadap kemanusiaan.

Pernyataan Donald Trump itu langsung dikecam oleh calon kandidat Demokrat Martin O’Malley. Ia mengatakan lawannya itu berkampanye untuk Presiden AS sebagai orang yang rasis.

Pernyataan ini disampaikan oleh Donald Trump beberapa jam sebelum dirinya melakukan kampanye di atas kapan induk USS Yorktown, kapal peninggalan perang dunia II yang berlabuh dekat Charleston South Carolina. Lokasi tersebut sengaja dipilih untuk memperingati 74 tahun penyerangan Jepang ke Pearl Harbor.

2. Memberi Tanda Pengenal Khusus Untuk Orang Muslim

23 November lalu Donald Trump menganjurkan semua umat muslim didaftarkan ke dalam data base terpisah. Ia memaksa mereka untuk membawa KTP khusus.

Kita harus melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sejumlah orang akan kecewa dengan hal ini, aku pikir keamanan berada di pikiran dan tanganku ketika menjadi presiden nanti.

3. Menutup Seluruh Masjid yang Ada di Amerika Serikat

Bakal calon presiden itu mengatakan bahwa Amerika harus menutup sejumlah masjid di Negara Paman Sam. Hal ini sebagai upaya mencegah serangan garis keras.

Kita harus mengawasi dan meneliti masjid-masjid, karena banyak pembicaraan terjadi di tempat-tempat itu,” kata Trump kepada stasiun televisi MSNBC.

4. Mendeportasi 11 Juta Orang Hispanik yang Tidak Memiliki Dokumen Lengkap

5. Hina Imigran Asal Meksiko

Untuk Memerangi teroris Donald Trump ingin Meksiko membuat tembok tinggi di perbatasan dengan AS.

Karena mereka (Orang Meksiko) mengirimkan masalah. Orang-orang Meksiko bawa obat-obatan, mereka bawa kriminal. Mereka pemerkosa, meski saya berasumsi, ada orang baik juga,” ucapnya.

Komentar Donald Trump yang merendahkan imigran langsung dikritik, dicela dan dikecam oleh para imigran dan pejuang hak asasi manusia di dunia.

6. Menghina Seorang Wanita Pembawa Acara Televisi Fox News

Donald Trump bersama dengan pembawa acara Fox Megyn Kelly

Megyn Marie Kelly namanya, seorang wanita penyiar televisi yang dihina oleh Donald Trump 8 Agustus lalu dalam sebuah acara Debat calon Presiden.

Anda sudah memanggil wanita yang Anda tidak sukai dengan julukan babi gemuk, anjing, dan hewan menjijikkan, kata Kelly. Ia menanyakan apakah perilaku semacam itu mencerminkan seorang pria yang harus dipilih sebagai presiden.

Nggak hanya sampai disitu, Donald Trump kembali membuat pernyataan dengan mengatakan bahwa Kelly sedang Menstrubasi. kata Trump kepada wartawan CNN, Don Lemon.

Anda bisa melihat ada darah yang keluar dari matanya, darah yang keluar dari dia … dari mana pun.

7. Mengusir Wartawan Keturunan Meksiko Saat Sesi Wawancara Sedang Berlangsung

Donald Trump Usir Wartawan Keturunan Meksiko Saat Konfrensi Pers

Jorge Ramos adalah pembawa acara terkenal untuk Univision, jaringan televisi hispanik terbesar di Amerika Serikat.

“Permisi,” kata Donald Trump saat ia melihat Jorge Ramos berdiri dan mengangkat tangan.

“Duduk. Kamu tidak dipanggil. Duduk,” suruh Donald Trump yang sedang berdiri di podium, seperti dikutip dari Sidney Morning Herald.

Ramos tak kalah sengitnya membalas Donald Trump. “Saya wartawan, saya imigran, dan saya penduduk senior,” ujar Ramos. “Dan saya berhak bertanya.”

Seperti biasa, Trump membalas dengan arogan kepada wartawan yang pernah mendapatkan julukan sebagai ‘Orang Paling Berpengaruh di Dunia’ versi majalah Time pada 2015. “Balik saja kamu kepada Univison,” kata Trump seraya memberi sinyal kepada seorang penjaga keamanan untuk mengusir Ramos.

8. Mencela Wajah Kandidat Calon Presiden Carly Fiorina Saat Debat Kedua Calon Presiden

Mencela Wajah Kandidat Carly Fiorina

Lihat mukanya! Ada gitu yang mau milih dia sebagai presiden? Bayangkan muka kayak gitu jadi presiden AS? ejek Trump saat debat kedua GOP 9 September 2015.

Fiorina pun menjawab,

Seluruh rakyat AS mendengarnya, Tuan Trump.

9. Mencela Gaya Rambut Terbaru Hillary Clinton

Trump Mencela Gaya Rambut Terbaru Hillary Clinton

Calon kandidat presiden lainya kembali kena celaan empuk Donald Trump. Kali ini sasarannya adalah Hillary Clinton, capres dari Partai Demokrat. Penampilan Hillary dengan model rambut barunya membuat Trump sedikit terprovokasi.

Biar saya bilang, perubahan itu membuatku terkejut. Karena mungkin dia pakai wig, tapi itu sungguh model rambut yang masif. Rambutnya benar-benar tidak bagus, ujar Trump yang rambutnya sendiri telah menjadi sasaran olok-olokkan selama ini, seperti dilansir dari CNN 12 November 2015.

10. Menentang dan Tidak Mendukung Barack Obama Sebagai Presiden AS

Semua berawal dari kicauan Trump 2011 lalu yang mengatakan bahwa Obama adalah seorang Muslim. Hanya selang beberapa jam setelahnya, bakal calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton mengatakan tindakan Trump tidak terpuji itu mengganggu dan salah.

Kecaman juga dilayangkan oleh saingannya dari Partai Republik, senator dari South Carolina Lindsey Graham yang mengatakan Trump seharusnya meminta maaf.

Tetapi Trump menyerang kembali dengan sejumlah kicauannya di Twitter:

Apakah saya secara moral wajib untuk membela Presiden setiap seseorang mengatakan sesuatu yang buruk atau kontroversial tentang dia? Saya rasa tidak!

Jika seseorang membuat sebuah pernyataan yang buruk atau kontroversial mengenai saya kepada Presiden, apakah Anda pikir dia akan membela saya? Tidak ada peluang untuk itu! tulis Trump.

Selain masyarakat di US yang jengkel dengan sikapnya, banyak rekan calon kandidat lain dari Partai Republik sendiri juga geram dengan kelakuan Donald Trump.

Inilah yang terjadi jika kebencian dan keabsurdan berubah menjadi ketakutan. Donald Trump adalah campuran Xenophobia, takut dengan orang asing dan bodoh tentang agama. Pernyataannya jelas menyakiti perjuangan orang-orang yang sedang melawan teror.

Kalau sekelumit pertanyaan muncul, sebenarnya siapa yang diserang dan siapa yang menyerang? Andai Donald Trump mengenal Islam yang sesungguhnya, pasti dia tidak akan mengeluarkan pernyataan yang tidak cerdas itu. Maklum, Donald Trump itu farhat abbasnya Indonesia. Ada-ada saja Donald Trump ini,

(Visited 9 times, 1 visits today)

You might also likeclose